Jember, Swarajatim.com – Jember, sebuah kabupaten di ujung timur Pulau Jawa, perlahan tapi pasti mulai menunjukkan taringnya sebagai destinasi wisata yang patut diperhitungkan.
Bukan hanya dikenal sebagai kota tembakau atau tuan rumah Jember Fashion Carnaval, kabupaten ini juga menyimpan kekayaan alam dan budaya yang memikat.
Pantai Papuma: Surga di Selatan
Salah satu primadona wisata Jember adalah Pantai Papuma (Pasir Putih Malikan).
Terletak sekitar 45 km dari pusat kota, pantai ini menawarkan kombinasi hamparan pasir putih, air laut biru jernih, serta batu karang besar yang menjulang seperti benteng alam.
Pagi hari adalah waktu terbaik untuk menikmati panorama matahari terbit dari atas bukit Siti Hinggil yang ada di kawasan pantai.
“Papuma itu seperti Bali-nya Jember. Tenang, bersih, dan sangat fotogenik,” ujar Rina, wisatawan asal Surabaya yang berkunjung bersama keluarganya.
Air Terjun Tancak: Segarnya Alam Pegunungan
Tak hanya pantai, Jember juga memiliki wisata air terjun yang memesona.
Air Terjun Tancak, yang terletak di Kecamatan Panti, menyuguhkan kesegaran alami dari pegunungan Argopuro. Dengan ketinggian mencapai 82 meter, suara gemuruh air dan udara sejuk pegunungan membuat siapa pun betah berlama-lama di sini.
Namun, untuk mencapainya, pengunjung harus berjalan kaki sejauh 3 km melewati jalur setapak di tengah hutan. Meski cukup menantang, perjalanan ini sebanding dengan keindahan yang disajikan.
Perkebunan Kopi dan Wisata Edukasi
Jember juga memiliki daya tarik wisata agro, seperti Perkebunan Kopi Rayap milik PTPN XII.
Wisatawan dapat menyaksikan langsung proses pengolahan kopi dari kebun hingga menjadi bubuk siap seduh. Bahkan, beberapa lokasi menyediakan pengalaman menjadi “petani kopi sehari”.
“Tren wisata edukasi ini menarik minat banyak pelajar dan keluarga,” jelas Ari Wibowo, pengelola wisata kopi lokal di kawasan Silo.
Festival dan Budaya Lokal
Selain destinasi alam, Jember juga dikenal dengan berbagai event budaya, terutama Jember Fashion Carnaval (JFC) yang telah mendunia. Setiap tahun, JFC menjadi ajang kreativitas dan pariwisata yang menyedot perhatian wisatawan mancanegara.
“JFC adalah wajah modern Jember yang mampu bersaing di level internasional, namun tetap mengakar pada budaya lokal,” ungkap Bupati Jember dalam sambutan pembukaan JFC tahun lalu.
Menuju Jember: Akses dan Akomodasi
Akses ke Jember kini semakin mudah. Wisatawan bisa menggunakan jalur darat via kereta api atau bus dari Surabaya dan Banyuwangi.
Bandara Notohadinegoro juga mulai melayani penerbangan domestik terbatas. Pilihan penginapan pun beragam, mulai dari hotel berbintang hingga homestay ramah di kantong.