Dinas Pendidikan Jatim Gelar Sosialisasi Pendidikan Anti Kekerasan di Sekolah SMK Tahun 2025

SWARAJATIM.COM— Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Anti Kekerasan dalam Sekolah SMK Tahun 2025 di Hotel BatuSuki, Kota Batu, pada 5–6 November 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari guru pembimbing, ketua OSIS, serta para Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan se-Jawa Timur.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

“Kita harus terus menjalin kerukunan di tengah perbedaan di setiap satuan pendidikan, baik SMA, SMK, maupun SLB. Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat menumbuhkan karakter, toleransi, dan empati,” ujar Aries, panggilan akrabnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan satuan pendidikan yang ramah anak.

“TPPK harus menjadi garda terdepan dalam memastikan sekolah menjadi ruang aman bagi peserta didik. Tidak boleh ada lagi kekerasan dalam bentuk apa pun, baik fisik, verbal, maupun psikologis,” tegasnya.

Sinergi Guru dan Siswa untuk Sekolah Ramah Kekerasan

Ketua panitia kegiatan, Hari Ratnawadi, yang juga pejabat fungsional kelembagaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran sekolah dalam membangun budaya positif.

“ Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Anti Kekerasan dalam Sekolah SMK Tahun 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman seluruh warga sekolah, khususnya guru pembimbing, kepala program keahlian, dan pengurus kesiswaan, tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, sedangkan manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terbentuknya jejaring dan komitmen bersama antar-SMK di Jawa Timur untuk mewujudkan sekolah yang ramah anak, inklusif, dan berdaya saing tinggi.” ujar Hari pria yang dikenal murah senyum.

Suara Peserta: Siap Jadi Duta Anti Kekerasan

Salah satu peserta, Muhammad Azzaky, Ketua OSIS SMK 3 Pancasila Ambulu, menyampaikan kesannya saat mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini sebagai duta dari Cabang Dinas Wilayah Jember. Paparan dan pesan yang kami terima sangat mendalam, menjadi bekal untuk kami sosialisasikan kembali di sekolah masing-masing. Kami siap menjadi duta anti kekerasan dan menularkan semangat positif ini kepada teman-teman di sekolah,” ujar Azzaky penuh semangat.

Pos terkait