Guru SMK Teknologi Balung “Ngaji” Deep Learning dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Swarajatim.com— Guru-guru SMK Teknologi Balung mengikuti kegiatan sarasehan bertajuk “Ngaji Deep Learning dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang digelar di Aula SMK Teknologi Balung, Sabtu (8/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh guru sebagai bagian dari program penguatan SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) skema Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).

Bacaan Lainnya

Hadir sebagai narasumber antara lain Alfan Bainofi selaku Pengawas Bina SMK, Muhammad Khotib selaku Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, serta perwakilan dari praktisi industri United Tractors Surabaya.

Kepala SMK Teknologi Balung, Sulhan Ferdiansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian upaya peningkatan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam di kelas.

“Program ini bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang bagaimana guru mampu memahami dan mengaplikasikan pembelajaran bermakna bagi siswa. Kami ingin seluruh guru mampu menanamkan cara berpikir tingkat tinggi kepada peserta didik. Ini menjadi langkah wajib menuju SMK PK yang sukses,” ujar Sulhan.

Deep Learning: Personalisasi dan Pemaknaan Pembelajaran

Dalam paparannya, Muhammad Khotib, Kasi SMK Cabdin Wilayah Jember, menjelaskan bahwa konsep deep learning dalam pendidikan adalah pemanfaatan teknologi untuk mempersonalisasi pembelajaran, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih relevan dan berdampak bagi siswa.

Ia juga menegaskan bahwa program ini sejalan dengan gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), yang meliputi kebiasaan:

Bangun pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan sehat, Gemar belajar, Bermasyarakat, dan Tidur cepat.

“Keduanya saling melengkapi. Deep learning memperkuat kemampuan berpikir dan eksplorasi siswa, sedangkan 7 kebiasaan membentuk kesehatan fisik dan mental agar anak siap belajar dengan penuh semangat,” jelasnya.

Khotib juga menambahkan, melalui teknologi deep learning, guru dapat:1) Menciptakan pembelajaran yang relevan dan sesuai kebutuhan siswa (personalisasi pembelajaran),2) Meningkatkan pemahaman mendalam dengan mengubah data menjadi wawasan bermakna,3) Menumbuhkan karakter positif seperti kesadaran diri, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab belajar.

Implementasi Deep Learning di SMK

Sementara itu, Alfan Bainofi, Pengawas Bina SMK, menekankan pentingnya implementasi nyata konsep deep learning dalam kegiatan belajar mengajar.

“Guru harus berperan sebagai learning coach, bukan hanya pengajar. Deep learning menuntut siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan mampu memecahkan masalah nyata yang mereka hadapi. Implementasinya bisa melalui project based learning, pembelajaran berbasis masalah, serta integrasi teknologi kecerdasan buatan dalam simulasi atau praktikum produktif,” paparnya.

Alfan juga mengapresiasi SMK Teknologi Balung yang konsisten mengembangkan budaya belajar reflektif melalui kegiatan “Ngaji Deep Learning”, karena langkah tersebut mendukung visi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam mencetak lulusan SMK yang Berdaya, Inklusif, Sinergi, dan Adaptif (BISA).

Sinergi Sekolah dan Dunia Industri

Kehadiran praktisi dari United Tractors Surabaya turut memperkuat komitmen kolaborasi sekolah dengan dunia industri.

Materi yang disampaikan menekankan pentingnya kesiapan guru memahami kebutuhan industri berbasis teknologi tinggi dan pembelajaran yang kontekstual.

Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama serta komitmen setiap guru untuk menerapkan hasil “ngaji” dalam pembelajaran sehari-hari di kelas.

Pos terkait