MGMP Seni Budaya Jatim dan Jember Gelar Pameran “Rupa-Rupa Aksara 2”, 90 Karya Seniman Dipamerkan

JEMBER, Swarajatim.com – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMA SMK Jawa Timur berkolaborasi dengan MGMP Seni Budaya SMA SMK Kabupaten Jember menggelar pameran seni rupa “Rupa-Rupa Aksara 2” di Gedung Jember Nusantara, Sabtu (22/11/2025).

Sebanyak 90 karya lukisan para seniman dan guru seni dari berbagai daerah di Jawa Timur dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Acara ini dihadiri pejabat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, pengurus MGMP Seni Budaya Jatim, MGMP Seni Budaya Jember, Komunitas Perupa Jember, serta guru seni SMA–SMK se-Jawa Timur.

Ketua panitia Dwi Penas mengatakan bahwa kegiatan ini di ikuti oleh Pendidik / Guru Seni Budaya Se Jatim, Komunitas Penggiat Seni serta Sanggar Seni Jember dan Sekitarnya.

“ Para Seniman dan Guru seni budaya menampilkan hasil karya nya sebagai ekpresi baik seni rupa, tari, maupun monolog” papar Penas yang juga ketua MGMP Seni Budaya Jember.

Sedangkan ketua MGMP Seni Budaya SMA Jawa Timur, Dedi Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pameran “Rupa-Rupa Aksara 2” merupakan ruang apresiasi bagi guru seni, seniman daerah, dan siswa untuk menampilkan karya mereka dalam satu ruang kreatif yang inklusif.

“Sebanyak 90 karya dipamerkan hari ini. Ini menunjukkan betapa kuatnya potensi kesenian di Jawa Timur. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi, tetapi juga menjadi titik temu ide, kolaborasi, dan peningkatan kompetensi guru seni,” ujar Dedi.

Ia menegaskan bahwa kerja sama MGMP Seni Budaya Jatim dan MGMP Seni Budaya Jember merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat jejaring seniman dan pendidik seni di wilayah tapal kuda.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, Muhammad Khotib, S.Pd., MAP.

Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kolaborasi dua MGMP seni budaya tersebut.

“Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana MGMP seni budaya Jatim dan Jember bersinergi membangun ekosistem seni budaya yang kuat. Para guru, seniman, dan komunitas perupa bisa hadir bersama, berbagi ide, dan saling menguatkan. Ini bukan hanya pameran, tetapi ruang belajar lintas daerah,” ujar Khotib.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seni seperti ini selaras dengan program penguatan kreativitas dan karakter di sekolah, terutama dalam mendorong produktivitas guru dan siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Khotib juga menekankan pentingnya perluasan jejaring kreatif ke depan, terutama dengan Jember Creative Center (JCC).

“Ke depan, kami berharap MGMP Seni Jatim dan MGMP Seni Jember dapat berkolaborasi lebih erat dengan JCC Jember. JCC memiliki ekosistem kreatif yang kuat galeri, ruang produksi kreatif, komunitas perupa, hingga industri kreatif lokal. Sinergi ini akan membuka ruang lebih luas bagi guru dan siswa untuk mempublikasikan karya, mengolah karya digital, hingga menghasilkan produk kreatif berbasis seni,” jelasnya.

Khotib juga menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan semangat MGMP Seni Jatim dan MGMP Seni Jember yang “BISA”: Berdaya, Inklusif, Sinergi, dan Adaptif.

Berdaya, karena guru seni mampu menghadirkan karya berkualitas dan bernilai estetika tinggi.

Inklusif, karena melibatkan guru, seniman, komunitas, serta berbagai SMA–SMK dari beragam daerah. Sinergi, melalui kerja sama Jawa Timur dan Jember serta peluang kolaborasi dengan JCC.

Adaptif, dengan membuka ruang seni yang relevan dengan perkembangan digital, industri kreatif, dan budaya visual masa kini.

Pos terkait