SWARAJATIM.COM/JEMBER – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Jember dan Lumajang. Tiga pelajar terbaik di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember berhasil menembus babak final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 tingkat nasional.
Capaian tersebut bukanlah perjalanan singkat. Ketiganya harus melewati seleksi berjenjang dengan persaingan ketat, mulai tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, hingga akhirnya masuk jajaran finalis tingkat nasional.
Dua siswa berasal dari SMAN 1 Jember, yakni Fachry Eshan Raqilla bidang Ekonomi dan Sutan Daiyan Raifa Zaydan Altaf bidang Matematika. Sementara satu finalis lainnya adalah Bayu Laksono Putra Hakiim dari SMAN 2 Lumajang, bidang Kimia.
Tiga nama, tiga bidang, satu semangat: membawa nama Jember dan Lumajang ke panggung nasional.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Iwan Triyono menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur dan bangga.
“Alhamdulillah. Ini kabar yang sangat membanggakan. Dua siswa dari SMAN 1 Jember dan satu siswa dari SMAN 2 Lumajang berhasil menembus final OSN 2026. Mereka telah membuktikan bahwa putra-putri Jember dan Lumajang memiliki kemampuan untuk bersaing dengan talenta terbaik dari seluruh Indonesia,” ujar Iwan Rabu (19/8/2026)
Menurutnya, keberhasilan tiga siswa tersebut tidak boleh berhenti sebagai sebuah prestasi individual. Lebih dari itu, capaian tersebut harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh pelajar di Jember dan Lumajang.
“Jangan melihat mereka hanya sebagai tiga finalis. Jadikan mereka sebagai inspirasi. Dari sekolah-sekolah di Jember dan Lumajang, anak-anak hebat bisa lahir dan mampu berdiri sejajar dengan pelajar terbaik dari daerah lain,” tegasnya.
Iwan juga memberikan apresiasi kepada para guru pembina, kepala sekolah, orang tua, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan pendampingan kepada para siswa.
“Prestasi seorang siswa tidak lahir secara tiba-tiba. Ada kerja keras siswa, ketekunan guru dalam membimbing, dukungan orang tua, serta sekolah yang memberikan ruang bagi anak untuk berkembang. Ekosistem seperti inilah yang harus terus kita bangun,” katanya.
Babak final OSN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14–20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ketiga finalis akan berhadapan dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Menghadapi kompetisi tersebut, Iwan berpesan agar ketiga siswa tidak menjadikan final sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
“Hadapi final dengan percaya diri. Jangan takut dengan nama besar atau prestasi peserta lain. Fokus pada kemampuan sendiri, terus belajar, jaga kesehatan, dan berikan yang terbaik. Mohon doa dari orang tua, guru, dan seluruh masyarakat,” pesannya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Iwan berharap momentum OSN 2026 menjadi bagian dari gerakan membangun budaya prestasi di satuan pendidikan Jember dan Lumajang.
“Kita ingin semakin banyak anak-anak Jember dan Lumajang yang tampil di tingkat nasional. Jangan berhenti pada tiga finalis. Jadikan capaian ini sebagai awal lahirnya lebih banyak talenta hebat berikutnya,” pungkas Iwan, sosok yang dikenal dekat dan akrab dengan para siswa.
Kini, tiga pelajar tersebut bersiap menuju panggung final. Mereka tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga membawa harapan Jember dan Lumajang, sekaligus menjadi bagian dari harapan Jawa Timur untuk kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Setiap langkah mereka di final menjadi kebanggaan bersama. Doa dan dukungan mengalir dari guru, orang tua, sekolah, masyarakat Jember dan Lumajang, hingga keluarga besar pendidikan Jawa Timur. Dari Jember dan Lumajang untuk Jawa Timur.
Dari Jawa Timur untuk Indonesia.





