SMK Teknologi Balung Kembangkan Motor Listrik, Sekali Cas Mampu Tempuh Hingga 80 Kilometer

SWARAJATIM.COM/JEMBER – SMK Teknologi Balung terus berinovasi dalam pengembangan teknologi kendaraan ramah lingkungan.

Melalui program Teaching Factory (TEFA), sekolah ini berhasil mengembangkan motor listrik yang mampu menempuh jarak hingga 80 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Bacaan Lainnya

Kepala SMK Teknologi Balung, Sulhan Ferdiansyah, menjelaskan bahwa inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi guru dan siswa sebagai implementasi pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan kompetensi vokasi dengan kebutuhan industri kendaraan listrik.

“Motor listrik yang kami kembangkan mengusung desain skuter modern bergaya futuristik yang mengikuti tren kendaraan listrik masa kini. Selain memiliki tampilan yang elegan, kendaraan ini juga memiliki performa yang terus kami tingkatkan sehingga mampu menempuh jarak hingga sekitar 80 kilometer dalam satu kali pengisian daya. Ke depan, pengembangan akan terus dilakukan agar memenuhi standar industri sekaligus menjadi media pembelajaran yang relevan bagi peserta didik,” ujar Sulhan Rabu (5/8/2026)

Menurutnya, pengembangan motor listrik menjadi bukti bahwa sekolah vokasi mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga memberikan solusi terhadap perkembangan teknologi transportasi yang semakin mengarah pada energi bersih dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Teknologi Balung, Ahmad Azhari, menegaskan bahwa proyek motor listrik menjadi sarana bagi siswa untuk menguasai kompetensi kendaraan listrik secara menyeluruh, mulai dari perancangan, perakitan, sistem kelistrikan, manajemen baterai (Battery Management System/BMS), pengujian performa, hingga perawatan kendaraan listrik.

“Kami ingin lulusan SMK Teknologi Balung tidak hanya mampu melakukan servis kendaraan listrik, tetapi juga memiliki kemampuan merancang dan mengembangkan teknologi kendaraan listrik sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Pengalaman belajar melalui proyek nyata seperti ini akan memperkuat kompetensi siswa sehingga lebih siap memasuki dunia kerja maupun menjadi technopreneur di bidang electric vehicle (EV),” jelas Ahmad Azhari.

Melalui inovasi tersebut, SMK Teknologi Balung menegaskan komitmennya sebagai sekolah vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penciptaan sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing global.

Pos terkait